Saturday, July 14, 2018

Crafty Likey: Taxidermy Plushie...!!!

Kalau lihat Taxidermy yang asli aku agak serem...gimana gitu rasanya memajang Kepala Hewan sebagai bentuk tropi dari 'kemenangan berburu' seseorang 😟 Lalu sekitar 7 tahunan yang lalu melihat Taxidermy Plushie di Flickr (blom booming pinterest 😅), bentuknya cute jauh dari kesan seram, malah jadi salah satu items buat dekorasi kamar anak (orang dewasa macam aku juga mau sih 😛). Nah, ini adalah beberapa crafter/makers/designer yang menginspirasi ku mbikin Plushie Taxidermie juga (waktu itu), ini dia mereka 🙋


Dia adalah seorang desainer buat dekorasi rumah. Karyanya yang cukup dikenal adalah Felt Head Animal. Meskipun usahanya sudah cukup besar, tapi dia memastikan kalau setiap produknya adalah sebuah karya bikinan tangan yang jadinya one and only. Yang aku suka dari karyanya adalah pola yang dibikin nggak perlu menyerupai bentuk binatang aslinya. Blom lagi yang dia bikin dengan warna putih & pastel, nggak menyerupai warna binatang aslinya, nais 👌😊

Kelsey seorang maker dan ilustrator, karyanya yang cukup dikenal yaitu Plushie Taxidermy nya. Buatku pribadi yang bikin aku suka sama bentuk kepala binatangnya adalah keluguannya 😊 Ada tipikal orang yang pengen karyanya terlihat rapi jali, pattern harus oke, cutting nya kudu pas, isiannya harus penuh, tapi Mbak Kelsey ini kayaknya ndak gitu, hihi 😅 Entah itu disengaja atau nggak, tapi yang aku liat hasil karyanya itu nggak harus perfect bentuknya, mletat-mletot dikit, lipatan jahitan blom terbalik sepenuhnya udah dimasukin dakron juga oke aja si doi nih, hihi 😅 Tapi ya malah justru itu yang bikin karakter karyanya, innocent nan cute kalo kata aku 👌😚

Yang ini bikin aku melongo pertama kali aku liat karyanya 😍😱😳 Amazed sama detail karyanya, langsung terkurasi di kepala kalo ini 'beda' karena aku blom pernah lihat yang serupa 👌😊 Aku blom juga dapat tau bagian badan utama itu mereka pakai apa bahannya, seingetku sih memang plushie, lalu ditempeli dengan potongan felt sau persatu, pe er banget nggak siiiih 👌😅 Karyanya jadi terkesan quirky dari bentukan hewannya yang seperti makhluk fairy dengan bulu-bulu warna-warninya, sukak 👍😊


Naaah kalo yang ini Plushie Taxidermy bikinan aku 🙋 Yang pertama kali bikin yang bentuknya 2 dimensi sederhana. Selanjutnya coba bikin yang 3 dimensi, keduanya kusuka 😍 Luamaaaa banget nggak bikin yaaaa....bikin lagi ndak ya enaknyaaa 🙋

Sekian laporan crafty things yang aku suka, coba di cek lebih dalam lagi karya-karya mereka deh, aku kasih link nya kok 👌😉 Semoga menginspirasiii 🙋



Tuesday, June 12, 2018

Main ke Batik Kidang Mas Lasem...!!!

Beberapa bulan lalu, pas ke Rembang buat nengokin Umi yang baru pulang mondok di RS, ada temen baru yang DM ke IG. Karena liat IG Stories aku yang lagi perjalanan pulang Rembang, maka ditawarinlah aku main ke tempatnya di Lasem. Si Mbak memperkenalkan diri bernama Vina, dia bikin Batik Lasem di rumahnya, dan aku diundang buat main kerumahnya buat lihat-lihat proses membatik disana. Tadinya agak takut sedikit ya, karena baru kenalan langsung diajak maen ke rumahnya, hihi 😅 Tapi setelah searching dan tanya temen yang suka jalan keliling Lasem, ternyata dia kenal sama Mbak Vina dari Batik Kidang Mas 😊 Karena aku rasa itu adalah tawaran yang menyenangkan, jadilah aku iya in walo blom tau hari apa bisa maen ke Lasem 😊


Cukup senang waktu tau di Rembang akhirnya masuk Jasa Ojek Online juga (woohooo 🙋), walopun mobilnya hanya 8 kendaraan sahaja, haha, tapi lumayan lah buat kebutuhan jalan agak jauh. Agak serem kalo mau motoran ke Lasem, di Jalur Pantura dengan lawan kendaraan berat super gede-gede. Mau naik bis kecil takut aku nya mabuk dijalan, haha, dulu pernah soalnya di bis kecil barengan sama orang yang bawa ikan bergalon-galon, udah anaknya tukang mabok, ditambah lagi bau amis ikan, hihi 😅😜


Akhirnya sampai juga ke Batik Kidang Mas, walopun sempet salah rumah, tapi akhirnya disambut dengan manis oleh Mbak Vina dan anaknya si gemesh Icha 😊 Kami berkenalan, ngobrol sama Mama Papa Mertuanya si empunya Batik Kidang Mas, sambil main sama Icha, sedang Mas Rudi suaminya lagi datang ke acara tentang Batik. Baru mulai bercerita, aku udah dapat kisah hidup nan (bisa aku bilang) luar biasa tentang pasangan muda ini 😊



Mereka seumuran sama Pak Cemprut, awalnya Mas Rudi seperti remaja lainnya di Rembang, meninggalkan Rembang buat Kuliah (karena gak ada kampus di Rembang waktu itu, haha), lalu bekerja kantoran pindah-pindah beberapa kali sampai akhirnya menikah, punya anak dan settle di daerah BSD, Tangerang Selatan. Sampai pada permintaan Orang Tua Mas Rudi, buat meneruskan usaha Batik Lasem yang udah bertahan 4 turunan. Mereka berharap usaha Batik Lasem nya tidak bernasib seperti beberapa Batik Lasem lain yang terpaksa gulung tikar, bukan karena bangkrut, tapi karena nggak ada yang mau meneruskan 😢


Mbak Vina sendiri dari Tegal, mereka berdua sudah merasakan nikmatnya berumah tangga di Kota besar, yang semuanya serba ada, merasa tercukupi finansial dan hiburan karena dikelilingi dengan Mall-Mall besar dan tempat hiburan ala Kota Besar lainnya. Lalu untuk mempertimbangkan melepaskan semuanya, buat hidup di Kota Kecil, tinggal di Rumah Tua, menjalankan usaha yang masih asing buat mereka berdua, gambaran hidup yang cukup menakutkan awalnya buat mereka.


Pada akhirnya Mas Rudi menuruti permintaan Orang Tua nya juga, ngeboyong Istri & Anak nya, melakukan banyak penyesuaian hidup dan pekerjaan. Waktu itu inget waktu Mas Rudi & Mbak Vina nyeritaain tentang 'penderitaan awal' mereka tinggal di Lasem, kami yang ndengerin malah ketawa-tawa, haha, maaf yaaaaa 🙏😜 Karena kami seumuran, bisa ngerasain juga kalo kami ada diposisi mereka 😄 Apalagi bagian, saat Kakak-Kakaknya lain berkabar kalo malam Minggu mereka bakal jalan-jalan ke Mall, Mbak Vina malam Mingguannya ngajak Icha ke Indomaret sajaaah, haha ✌😝 Selamat Datang di Rembang Mbak Vinaaaaa 😚🙋


Akhirnya mereka berdua belajar dari 0, tentang proses membatik, tentang sejarah Batik Lasem, pola-pola yang dibuat sama Leluhur sebelumnya. Dan yang buat agak susah mempelajarinya adalah saat semua Ilmu dan Sejarahnya tidak ada yang tertulis, semua turun temurun dari lisan, cerita dari mulut ke mulut. Cerita Mbak Vina waktu itu, dia ya belajar dari cerita Mama Papa Mertuanya, dari Ibuk-Ibuk pembatik yang tiap hari kerumahnya. Kadang ada juga pola-pola yang dibikin Kidang Mas yang belum bisa dia artikan, karena pembuat sebelumnya hanya mengikutin pola dan caranya saja, kurang ada keingoinan buat tau sejarahnya, arti bentuknya. Mereka berdua yang masih berjiwa muda, akhirnya disemangati dengan rasa penasaran mereka sendiri, hihi 😊 Gugling sana-sini, tanya sana-sini, dengar sana-sini, tetiba jadi sangat dalam masuk ke dunia Batik Lasem, merasa perlu menggali lebih lagi dan lagi 😊


Pada akhirnya setelah beberapa tahun mengurus Batik Kidang Mas, mereka berdua sadar bahwa: Permintaan meneruskan Batik Kidang Mas ini bukanlah hanya masalah 'meneruskan bisnis' yang menghasilkan uang sahaja. Tapi juga meneruskan warisan keluarga untuk lingkup kecilnya, dan meneruskan warisan budaya buat lingkup besarnya 😊 Nggak kebayang sampai situ tadinya buat mereka berdua, sekarang baik Mas Rudi & Mbak Vina udah sangat nyaman & senang sekali menjalankan Batik Kidang Mas, Alhamdulillah ya 🙏😊 Mereka berdua sekarang suka diminta buat jadi perwakilan muda kalau ada acara atau seminar tentang Batik Lasem, ah salut deh sama kalian berdua 🙋🙋🙋



Sisa waktunya, kami diajak ke belakang rumah tempat proses membatik, aku diminta nyobain membatik buat pertama kalinya, whooaaaa syusyaaah yaaaa, hihi 😅 Sembari Mbak Vina nerangin proses membatik, dari awal sampai akhir yaaaaaaaang memakan waktu cukup lama, sampai 3 bulanan, ada yang lebih malah 😲 Melihat sendiri, ngerasain sendiri, lalu manggut-manggut sendiri, semuanya sangat sepadan dengan harga Batik Tulis Lasem yang cukup tinggi harganya 🙏



Sisa waktunya lagi kami menikmati angin dingin hujan sore, sambil dilihatin Mbak Vina Kain-Kain Batik Tua penginggalan Keluarga Besar, whoaaaa 😍😍😍 Diceritain ini corak apa aja, warna-warnanya diambil dan dibikin dari mana aja, sampai ke niat bulatnya buat nggak menjual Batik itu walaupun sudah ditawar sangaaaaat tingg sama kolektor, dia akan simpan, buat warisan turun-temurun keluarganyanya nanti, ah kamu Mbak Vin, jos gandhos kalo kata Wong Rembang 😊👍



Lalu sampailah kita harus berpamitan, tapi trus baru nyadar kami ini pulangnya gimana yaaa??? haha 😝 8 armada mobil ojek online nya kebayanyan ngetem nya di Rembang Kota, nggak ada yang di Lasem. Trus jalan menuju jalan besar buat nyegat Bis cukup jauh, udah nggak mungkin ada Becak Maghrib gini, hihi 😅 Alhamdulillahnya Mas Rudi memaksa kami buat nganterin pulang, apalagi lagi hujan gini katanya. Alhamdulillah atas kebaikan mereka, kami sampai dirumah selamat, sehat, bahagia punya pengalaman baru, cerita baru dan teman baru 🙏😊


Terima Kasih Mbak Vina dan Mas Rudi, Tante dan Om, juga Icha yang nggemesiiin 🙏😘 Sukses terus perjalanan hidup barunya 🙋 Terima Kasih sudah jadi generasi muda yang mau meneruskan dan melestarikan Budaya Lasem - Rembang 🙏 Dikasih berkah kebahagian hidupnya selalu, sebahagia malam mingguan ke Indomaret, haha ✌😜😘 Sampai kita bersua lagiiiiii keluarga Kidang Mas 🙋

ps. kalo kalian ke Lasem, monggo sila mampir ke Batik Kidang Mas disini MAPS nya 🙋 Atau bisa intip akun IG nya @kendorokendiri 👌😊



Sunday, June 3, 2018

Let's Go Kiddo Goodies Pack...!!!

Holla Holla temans 🙋 Cemprut bikin paket buat Bingkisan Lebaran atau Kado buat Anak & Keponakan-keponakan cilik kamu nih 😊🙋 Dinamain: Let's Go Kiddo! karena paketnya siap diajak pulang kampung pas Lebaran nanti buat jadi kado gemesh buat Sanak Saudara  & Handai Taulan kamu-kamu nanti, hihi 👌😉😚


Paketnya terdiri dari beberapa jenis Goodiesnya Cemprut dengan Biaya Adopsi yang super spesial 🙏😊 Sila kalian komen aja langsung mau Adopsi Paket yang apa, nanti akan kami DM 👌😊 Atau colek langsung kami via WA di 081511339279 🙋 Ini dia paketnya 🙋











Kalau kamu butuh info detail lengkap tentang goodiesnya bisa kalian cek di @adopsi.cemprut 👌Semua bahan & size ada di info tiap fotonya, kalau harganya sudah kami cantumin ditiap foto paketnya ya 👌😊

Kami tunggu kalian mengadopsi Paket Let's Go Kiddo! nya sebelum kami pulang kampung ya temaaaan 🙏😊🙋



Wednesday, May 30, 2018

Random Diary-nya Cemprut...!!!

Waktu itu lagi ngeh kalo Memori Foto di Ipad ngebikin Video sendiri per Album menurut suatu kategori tertentu. Ada yang disatuin karena lokasi, waktu, bulan, bahkan ada yang random. Begitu liat videonya terus jadi senyum-senyum sendiri 😊 Banyak foto & video yang nggak diniatin dibidik, asal jepret aja, tapi malah ngingetin aku akan hal-hal remeh-temeh yang terjadi, yang luput buat disyukuri 🙂  Kayak ketika ujung ombak pertama kali nyentuh ujung kaki, dahi penuh keringat Pak Tani di Kampung belakang Rumah Rembang, semburat warna pink & jingga ditiap senja... 

Terus jadi buka-buka Album Foto dan Videonya lagi, trus merangkum beberapa video dijadiin satu lewat apps video bawaan Ipad aja. Jadinya kumpulan video amatir, kegiatan sehari-hari, tak perlu banyak memikirkan angle dan estetika dan lain sebagainya, video yang random, biasa aja, tapi bikin senyum-senyum sendiri kalo aku ngeliatnya, nah gimana coba deskripsiinnya 😅

Lalu aku kasih aja namanya Random Diary-nya Cemprut 😊 Aku posting di Instagram dan Youtube, karena aku seneng liatnya, semoga juga bikin orang lain senyum-senyum walo cuman senyum simpul sedikit ajah 😚 Ini beberapa videonya, kalo penasaran video lainnya bisa kalian klik di link sebelumnya 😊



Mungkin #randomdiarynyacemprut bisa jadi pengingat & penyemangat, kalo hidup yang terkadang aku rasa biasa aja, ada detail-detail seru yang pantas buat aku merasa luar biasa menjadi makhluk-Nya 🙏🏻☺️🙋🏻


Tuesday, May 29, 2018

Hand Embroidery Brooch...!!!

Jadi beberapa postingan yang lalu biasanya aku (rajin) ngeshare hasil sulaman-sulamanku tiap bulannya, salah banyaknya adalah ini para sulaman kecil-kecil buat dijadiin brooch atau patch 👌😊 Kemarin bikinnya ada Burung, Ayam dan Anjing yang super gemash-gemash 😍 Yang Guk-Guk ini sempet gugling agak lama liat-liat macam-macam jenis Anjing dan nama jenisnya, ternyata buanyaaak yaa, hihi, dan semua gemesh pengen dibikin semua 😅


Yang ini tadinya dibikin sample buat workshop Menyulam Ayam pas di Bandung, terus pas jadi samplenya kok lucuk ya, haha, trus keterusan deh bikin beberapa 😜 Daripada suka nggak tega kan ya liat anak Ayam kecil-kecil diwarna-warnain, jadi bikin Ayam warna-warni sendiri yang ditotol-totolin dan digaris-garisin, hihi 😜


Yang ini juga tadinya sample workshop, tapi karena terlalu gemash, trus bikinnya kebanyakan, haha 😛 Si Burung ini berhasil bikin jatuh hati banyak temen, mereka sudah di tangan temen-temen lain yang mengadopsi mereka 🙏😊


Kalo udah bikin goodies baru suka langsung kepikiran gimana nanti packagingnya. Trus kepikiran ngegambar dulu di laptop, trus di print dikertas paling oke 👌🏻☺️ Tapi trus liat kertas-kertas yang nglumbrug di rumah 😔 Yang sisa potongan project lah, potongan paper bag buat ngirim lah, dll dll dll, kok banyak ya 🙏🏻☹️

Jadinya ya kayak gini deh, pakai dulu kertas yg masih bisa dipakai, pakai juga alat yg ada dirumah. Biasanya kertas alamatnya juga pakai bagian belakang resi jne yg numpuk 🙏🏻😅 Bukan bermaksud nggak menghormati temen yg mengadopsi, krn kertasnya pakai bekas 🙏🏻 Semoga temen-temen ngerti kalau niat kami baik memakai sampah kertas kami sendiri, sambil di touch up dikit biar sedikit lebih cantik 🙏🏻☺️🙋🏻


Kalau kalian mau mengadopsinya bisa WA aja ke 081511339279, nanti akan dikasih tau mana yang Ready to Adopt 🙏😊 Atau kalau udah diadopsi bisa dibikinin lagi kok 👌😊



Reportase Crafting Sampai Keriting: Menyulam Lama...!!!

Banyak temen yang tanya kapan ada workshop pakai Punch Needle, jadi begitu aku (beraniin) buka kelas ternyata banyak temen yang antusias. Baru beberapa hari udah penuh Alhamdulillah, dan lama-lama kok waiting list nya bisa bikin kelas baru jumlahnya ya, haha 😅 Akhirnya sekali lagi memberanikan diri buat buka kelas lagi deh, jadi Sabtu & Minggu full menyulam bareng temen-temen 😊


Agak tricky memang pakai Punch Needle ini, apalagi beberapa temen ada yang blom bisa nyulam sama sekali, pegang jarum dan benang pun blom pernah, jadi kudu agak pelan dan super selo aja mbikinnya, dipakek fun 😊 Aku pribdai seneng kalo memperdalam ilmu itu lewat beberapa jalan alternatif, coba banyak cara, biar bisa merasakan cara yang satu dengan yang lainnya. Nah, nanti baru bisa bandingin, cara mana yang lebih pas ditanganku 👌😉



Gitu juga sama temen-temen kemarin yang ikut workshop, jadi aku minta mereka buat nyobain beberapa macam cara menyulam sama Punch Needle, biar bisa ngerasain sendiri. Karena aku nggak mau maksain mereka harus pakai cara yang aku pakai, karena blom tentu nyaman di tiap mereka, betul nggak 😉



Seperti workshop menyulam sebelum-sebelumnya, nggak diharuskan buat selesai, bisa (harus malah) diselein dirumah, tapi surprisingly ada beberapa temen yang udah jadi loh, Cik Gu nya ikutan bahagiak dong ya 🙋


Ini dia wajah-wajah bahagia (eh, beneran bahagia kan yaaaa?) dan jari-jemari mereka yang keriting, hihi 😝 Terima kasih teman udah mau berbagi semangatnya buat belajar nyulam bareng 🙏🙋


Tiap kali ngajar workshop aku juga ikutan belajar juga loh, malah seneng bisa dapet banyak problematiak menyulam tanpa harus menyulam, haha, jadi pengamat dan fixer, hihi 😅 Dan nanti ilmu-ilmu baru yang didapet dari nyulam bareng bisa dibagiin lagi ke temen-temen lain berikutnya 😊🙋


Sampai kita bersua di Crafting Sampai Keriting berikutnya abis lebaran temaaaan 🙋