Friday, January 9, 2015

The Pricing...!!!

Pas ber-Gogon ( Gosip Underground, baru nih istilah, hihi ;p ) di Pamumingsolam lalu, Wiwin cerita tentang pengalaman buka lapak di Holy Market. Pada saat ada yang mau beli emblem lukis punya Eja, nampaknya si Eja blom tau harga pasti emblemnya, dan memberi harga sekenanya saja. Lalu si Acul langsung nyeletuk mengingatkan: 'Heh, harga lu kemurahan tuuuh…ntar dimarahin Mbak Dita loh luuu !!!' ;p Haha! Asem, aku kesannya kayak emak-emak mereka gitu jadinya ;p Tapi baguslah, setidaknya sharing obrolan tiap ke Pamumingsolam masuk ke pikiran dan hati mereka kan ;)

Jadi bukan kemurahan sebenernya, tapi apakah sudah 'sepadan' dengan 'karya' itu sendiri :)

Karena 'karya' itu bukan hanya masalah hitung-hitungan harga modal dan untung yang mau didapat, tapi ada proses dan cerita panjang dibaliknya :) Tentang ide yang datang dan pergi, tentang orang-orang yang terlibat didalamnya, barang-barang yang dipakai dan terbuang, wara wirinya kita, tentang jemari, kaki, pundak dan punggung yang pegel-pegel, haha, tentang siapa dan apa latar belakang si pembuat karya, tuh kan panjaaang ;p

Dan 'sepadan' adalah saat kita bisa menghargai karya kita sendiri :) Menghargai buat aku maksudnya mengenal karya kita sendiri, tau seluk beluk dari awal sampai akhir tentang suatu karya, lalu meberikan compliment yang sesuai pada tiap hal dan detil yang mempengaruhi pembuatan karya :) Gimana minta orang menghargai karya kita kalo kita blom bisa menghargai karya kita sendiri, ya kaaan :)

Aku juga orangnya dulu nggak sadar dan tanggap sama karya sendiri, beruntung ada orang yang sangat sayang dan tau apa yang aku kerjakan bersama Cemprut, Pak Cemprut tentunya :) Aku orangnya penghayal dan pemimpi, jadi dulu masalah harga ya dibayangin aja kira-kira berapa ya yang pantaaaas, hihi ;p Pak Cemprut pernah bekerja di pabrik sepatu merk internasional, dari situ dia belajar tentang gimana sebuah karya dibuat dan dikemas, dan diajarinnya aku gimana cara aku 'menghargai' karyaku :) Nggak bisa disamakan dengan industri besar memang, tapi produk berlabel besarpun dimuali dari 0 besar, dan bisa besar dan bertahan karena manajemen yang baik juga :)


Aku bikin tabel sebisanya di excel, lalu aku rinci apa saja rumusan yang Pak Cemprut ajarin, dan tiap kali ada karya baru yang dibuat tinggal masukin harga-harganya, dan voila hitung-hitungannya secara cepat terselesaikan ;) Dan begini rumusan yang aku pakai :)


Materials :) Semua bahan-bahan yang dipakai harus terhitung tanpa terkecuali :) Mengutip kata Pak Cemprut, benang 1 cm pun harus dihitung, walopun mungkin cuman 1 Rupiah sekalipun. Benar juga, karena kadang aku merasa nggak perlu lah dihitung, orang cuman dipake sedikit doang, tapi bayangin kalo sedikit itu dipakai berkali-kali satu gulung benang juga dipakainya kan ;p Perhitungannya juga agak riweh memang, jadi kayak ngitung penggunaan dakron, biar ngak nyusahin aku timbang berat tiap plushie, biar tahu perkiraan harga dakron yang dipakai tiap plushienya :) Kadang untuk hal bahan ada juga yg nggak terpikirkan dan Pak Cemprut ingatkan, kayak pensil, dipakai gambar waktu ngepola kan kepakai juga itu grafitnya, haha, it's so silly but so true ;) Jadi karena kamu yang tau apa saja yang dibutuhin, dirinci saja semua bahan yang kamu pakai :)


Service :) Semua bentuk kegiatan yang kamu lakukan dalam proses produksi. Dari step by step dari setiap detil awal pembuatan karya seperti potong kain, potong flanel, jahit badan boneka, masukin dakron, nutup jahitan dll dll. Juga hal-hal yang dilakukan setelah proses produksi kayak jasa fotografer, edit foto, cari nama goodies, dll dll. Pak Cemprut tuh loh juga ada fee profesionalnya tiap satu jepret goodies Cemprut yang difoto, itu masuk jadi salah satu bagian gaji dia di Cemprut, hihi ;) Coba dirinci deh apa aja kegiatan yang dilakukan dan jasa yang dipakai dari awal sampai akhir, bisa termasuk juga urusan cari ide dan punggung pegel juga harus diapresiasi kan :)


Maintenance :) Benda-benda yang dipakai selama proses produksi pasti aus juga karena selalu dipakai, perlu di service reguler, kadang rusak perlu diganti, nah biaya ini nanti yang akan mencover keperluan yang dikeluarkan untuk peralatan produksi, juga bisa termasuk ongkos sewa pakai juga. Kayak seumpama mesin jahit, laptop, modem, gunting, kamera dll dll. Jadi suatu saat gunting aku patah, sudah ada biaya yang untuk membeli gunting baru yang aku rincikan walopun mungkin hanya 25 rupiah :)


Operational :) Biaya yang dipakai selama proses produksi dan penjualan, kayak transportasi, pulsa, listrik, kuota internet, dll. Apalagi kalo jualan on line kan perlu banget tuh kuota internet cepat dan berkhasiat, halah, juga ongkos bensin Bapak Ojek kecintaan (Pak Cemprut tentunya) yang nganter wira-wiri beli dakron dan ongkos komuter line pas belanja kain di Tanah Abang bersama Pak Porter kesayangan (Pak Cemprut jugak ;p).


Packaging :) Perlu juga nih karena biasanya goodies yang dikirim atau dibeli secara langsung pasti ada bungkusnya yang juga merupakan bagian yang mempercantik goodies nya :) Nggak jarang juga kalo harga packagingnya cukup makan biaya, kayak makanan yang perlu toples kaca, kadang isinya dikit tapi toplesnya luar biasa besar, hehe ;)


Marketing :) Ini juga termasuk biaya setelah produksi, karena tugas selanjutnya adalah memasarkan dan menjualnya. Kalau di Cemprut ada biaya buat Pak Cemprut pada saat proses Lahiran, lalu customer care ngurus proses biaya adopsi dan bales-bales komen. Lalu ada juga biaya buat posting di sosmed, blog, IG, twitter dsb. Ada juga tipe marketing lainnya seperti mengendorse seseorang, konsinyasi dengan toko retail, goodies sebagai hadiah kontes/lomba tertentu, pasang iklan, ikut bazaar dsb. Dihitung saja sekiranya dalam sebulan ada berapa goodies yang dikeluarkan buat menunjang sistem marketing dan biaya jasa dari Mimin Mimin dibalik layar akun online shop :)


Setelah semua rincian biaya di jumlah maka akan ketahuan tuh harga modal keseluruhan :) Selanjutnya adalah menentukan keuntungan, hitungan secara amannya harga modal dikalikan 2, jadi keuntungan 100%. Diluar hitungan aman, berapa prosentase buat keuntungannya akan jadi pilihan masing-masing, karena tiap karya dibuat dengan berbagai latar belakang, bisa jadi pangsa pasarnya sudah dapat, nama dan merk nya sudah dikenal, pengen aja untungnya besar dan bla bla bla :) Belum lagi untuk hitung-hitungan kalau ada reseller, karena keuntungan akan dibagi juga buat mereka. Jadi kembali pada tiap individu bagaimana dia mau menentukan harga jualnya :)

Sekalipun cukup ribet diawal buat aku pribadi tapi sungguh hitung-hitungan ini mempermudah aku buat perhitungan produksi selanjutnya loh :) Aman adalah saat semua bahan, alat dan proses sudah ter cover biaya nya, dan keuntungan juga didapat. Buat aku pribadi sangat berpengaruh, saat urusan 'uang' sudah nggak ada tanggungan, aku jadi lebih bebas dan nggak terbebani berkaryanya :) Apalagi buat usaha indie kecil macem Cemprut gini, ya kaaaann, malah curhat ;p

Dan lalu kemarin ada teman yang sudah menghitung karyanya dan menemukan harga aman, pantas dan sepadan buat karyanya, dan dia masih komplen: kok harganya jadi lebih tinggi dari harga sebelumnya ya? temen-temen yang beli pada bilang kemahalan. Menurut aku sih kalo perhitungannya sudah benar berarti langkah selanjutnya adalah mencari pasar yang tepat. Jatuhnya nggak kemahalan tapi pasarnya aja yang blom tepat, jadi PR selanjutnya buat kita adalah mencari pasar yang tepat, marketingya harus jalan terus sampai karya kita benar-benar diapresiasi :)

Jadi saat aku bilang harus mengenal karyanya, ya lewat cara merinci begini kita sangat tau dan kadang baru disadarkan betapa karya yang kita bikin sungguh kompleks ya, haha, dan disitu kita baru ngeh deh buat mengapresiasi karya kita sendiri juga karya teman-teman yang lain :) Semoga berguna buat teman-teman ya :) Ini pun bukan sok tau ya, di share aja biar sama-sama belajar :)

Selamat berkarya temaaan :)


Craft On...!!!

Dita

11 comments:

Rida Zulfarida said...

Sangat bermanfaat mba dita. Thanks

Yoana Marrie said...

Nice post !

Pas banget nih, aku lagi belajar pricing. Masih adopsi beberapa konsep dari sumber sana-sini, biar dapet yang paling pas. Ribet bin njlimet ya ternyata :(

Biar sepadan seperti kata mbak Dita.

Terima kasih sharingnya ! Berguna sekali

God bless :) :)

Ulu said...

menarik bangeeeet! catet catet heehehe. makasih ya, jadi tau deh :)

Iprih Covalimawati said...

makasih bgt sharingnya..
aku sering bingung ngasih harga buat rajutanku. Sering sih ngerasa kemurahan..
Mesti diitung ulang nih, biar sepadan
Salam kenal ya ^^

Aphrodita Wibowo said...

Rida, Yoana, Ulu, Iprih: sama-sama yaaa :) semangat berkarya :)

mona said...

Mba dita,request postingan tentang menjaga semangat dalam berkarya dong...soalnya banyak yang bisa handmade,banyak juga yang buka olshop ,tapi hanya sedikit yang bertahan dan melanjutkan passionnya
Pengen lebih tau gimana mba dita bisa terus on fire dalam berkarya
Karena mba dita kalau posting selalu enak dibaca jadi berasa dekat walaupun belum pernah kenalan ehehheh
Thanks alot mba :)

Aisha Maryam said...

matur tengkyu sharingnya mbak dita.. setuju itu, tentang menemukan pasar yg tepat, yg bisa mengapresiasi karya kita jadi bisa memaklumi harga yang kita tentukan.
Btw, jadi pindah jogja mbak? biar aku bisa ngangsu kawruh soal crafting sama njenengan.. :)

Aphrodita Wibowo said...

Mona: hihi, nanti dijadwalkan, tunggu mood bagus buat nulis biar bisa ngobrol panjang, loooh, hihi :)

Aisha: InsyaAllah jadi, niatnya sudah bulat, usahanya sedang dilaksanakan, tinggal nunggu pulungnya :)

Miranti said...

Ini penting bangeeet. Apalagi kl orangnya ga tegaan pasang harga ya

ratna manik Pratiwi said...

ini dia nih. emang ya nentuin harga tu bikin galau. dibikin rendah kok nggak rela karena bikinnya susah. dibikin mahal pada protes bilang kemahalan. udah pernah nih bikin hitung-hitungan ini, dan menurut aku yang paling susah itu nentuin harga service. bingung apa patokannya. ada tips atau saran tentang hal ini nggak mbak?

Fili Yelny said...

Mbak Dita, aku mampir kesini setelah baca artikel di Living Loving. Makasih banyak ya kak untuk saran-sarannya. Pas banget nih aku lagi berpikir untuk startup creative business secara online dan masih bingung soal hitung-hitungannya.
Ini sangat membantu banget. Thank you kaaaak :D