Saturday, June 25, 2016

Crafty Likey: Ibu Kardus...!!!

Dua tahun lalu waktu datang ke acara Pesta Bonekanya Papermoon Puppet, ada seorang seniman Hungary, Kovacs Tamas, yang berkarya lewat kardus, membikin topeng sampai life size costume yang dipakai buat perform. Amaze lihat detail karyanya, dari kertas kardus bekas berubah jadi karya seni nan ciamik ;) Nggak lama kemudian bersua sama akun IG nya Mbak @maliyanti aka #ibukardus, yang ternyata juga bikin karya serupa, dan lalu aku langsung jatuh hatiiiiiii sama karya-karya kardusnya :)

Setelah terus ngepoin akun IG nya (dasar kepoers ;p), dan (sok kenal) balas-balasan komen di IG, akhirnya ada kesempatan (nggak sengaja) bersua di Bandung, cuman 10 menit doaaaang tapi, hihi ;p Dan bersua sekali lagi pas sama-sama ngisi workshop Living Loving, dan cuman ngobrol 10 menit lagiiii (tepok jidat), akhirnya obrolan dilanjut via email aja deh :)

Jadi mari kita berkenalan sama salah satu Crafter favorit aku, namanya Mbak Nur Maliyanti, panggilannya Nur aka Ibu Kardus, ini dia obrolan singkat nan padat sama Ibu Kardus :)

...


Ceritain dong latar belakang Mbak Nur, dan apa yang lagi digeluti sekarang :)

Aku lahir di Bandung, orang tua Jawa, dulu kuliah di FSRD ITB jurusan Desain Interior angkatan 2002. Dari kecil suka sekali berprakarya, pelajaran favorit dari SD itu cuma seni rupa, seni musik, dan olahraga haha, ngga ada yang serius :p

Waktu kuliah Interior dulu kan selalu ada tugas studio di setiap semester, nah yang paling aku doyan sebetulnya kalo udah disuruh bikin maket haha ;)  Kadang gambar kerja aku bikin seadanya, tapi maket malah aku bagus-bagusin :p Hasilnya nilainya ya pas-pasan, wong nilai maket itu cuma 20% dari keseluruhan tugas, haha :p Tapi tetep tak ada penyesalan :)

Sekarang ini aku sedang merintis studio Arsitek dan Interior bersama suamiku, karena latar belakang suamiku Arsitek (Alhamdulillah jodohnya bisa berprofesi bareng). Jadi sampe saat ini ya aku masih mengerjakan proyek freelance Interior (kebanyakan rumah tinggal, bikin kitchen set, furnitur, dll). Mulai agak keteteran setelah aktif bikin mainan kardus dan beranak dua, rasanya waktu jadi sedikit bangeet :)













...
Kenapa memilih media kardus buat berkarya? Ada cerita apa dibaliknya?

Sejujurnya semua itu berawal dari iseng :) Waktu anakku yang pertama (Akram) umur 3 tahun, lagi main jadi robot,  kebetulan ada kardus bekas di rumah, aku iseng aja bikin kostum kardus robot seadanya banget, asal cepet jadi aja :)

Haha, bener-bener asal, eh ngga taunya Akram seneng bukan main :) Setelah beberapa waktu dia bosen dan nggak dimainin lagi, taunya dicariin lagi setelah beberapa minggu kemudian. Berhubung rumahku waktu itu lagi berantakan (eh waktu itu? sampe sekarang kayaknya haha) jadilah aku kehilangan si kostum itu. Lalu aku berjanji padanya untuk bikinin kostum robot yang lebih bagus, aku bilang aku mau bikinin kostum Iron Man (cerita lengkap soal Iron Man ini bisa dibaca disini).

Nah sejak bikin kostum Iron Man itulah aku jadi ketagihan bikin mainan dari kardus :) Mungkin karena aku dulu suka sekali bikin maket, ketika menggunakan media kardus yang bentuk dasarnya lembaran kotak2 kaku jadi aku merasa tertantang untuk mengolah kardus jadi sesuatu yang seru. Ketika aku browsing dengan kata kunci cardboard toys ternyata hasilnya bikin aku tak bisa tidur haha, apalagi kalau buka pinterest, rasanya keringet dingin *mulailebay :p Nah begitulah kira-kira cerita di balik ibu kardus hehe ;)






...
Apa saja karya yang dibuat? Adakah batasan atau spesifikasi karya yang dibuat (selain berbahan kardus tentunya ;p)? 

Karya yang dibuat udah lumayan banyak ya, tapi aku belum sempat bikin list apa saja karyanya, hehehe tapi kurang lebih ini beberapa kategorinya :

- Mainan untuk play pretend seperti kompor-komporan, blender, mikroskop, dll.  
- Mainan untuk belajar2an seperti pom bensin (untuk belajar angka), mainan lempar ring (untuk fokus dan motorik kasar).
- Kostum/topeng untuk dipakai, seperti kostum Dino, topeng singa, monyet, dll
- Buku bercover kardus.

Nah untuk yang satu ini (buku bercover kardus) ada ceritanya lagi. Sejak SMP aku penggemar buku catatan, dulu aku selalu punya buku catatan untuk mencatat keseharianku, mulai dari to do list sampai curhatan harian :) Lalu saat kuliah mulai semakin menggilai buku catatan plus gambar2, dan mulai kepingin bisa jilid buku sendiri dan pengen jualan, akhirnya setelah menikah baru berkesempatan belajar book binding sama mbak Tarlen (idolaku). Setelah aku mulai menekuni kardus aku mencoba menggabungkan karya kardus ini dengan kesukaanku terhadap buku catatan :)

Sampai saat ini pun aku ngga punya batasan ataupun spesifikasi kok mbak :) Justru mulai merasa pengen mencoba bahan lain seperti botol atau kaleng bekas untuk dikaryakan bersama kardus :) 



...
Aku lihat sering bikin workshop, apa pertimbangannya buat ngeshare ilmunya?

Dulu aku sempat punya cita-cita jadi guru TK, tapi hanya bertahan sampai SD kelas 6 ;p Tapi kurasa cita-cita itu membekas terus. Aku juga pernah jadi pelatih olahraga hockey untuk almamater SMA ku, dan sampai saat ini masih punya impian jadi dosen. 

Jadi kalau ditanya kenapa aku nge-share ilmunya, karena pada dasarnya aku suka berbagi, mengajar, dan bertemu orang-orang baru yang punya keinginan besar untuk belajar sesuatu yang mereka suka. Aku juga selalu inget kata Ibuku dulu bahwa apa-apa yang aku miliki sekarang (misal diberi kelebihan bisa bikin mainan kardus) itu semua kan karunia Allah SWT :) Aku ngga boleh simpan itu untuk diri sendiri.

Memang saat ini untuk workshop aku masih pasang fee, lebih karena aku mencoba menghargai waktu dan tenaga yang aku gunakan untuk persiapan workshop (capek lho motong kardus itu, belom lagi kalo anakku bangun di tengah malam saat aku begadang persiapan workshop *lha curcol hahaha). Tapi aku berharap suatu hari nanti aku diberi rizki lebih yang berlimpah sehingga aku ngga perlu lagi minta orang bayar untuk bisa belajar bikin-bikin kardus dari aku (Aamiiinin) :)



Oia, soal workshop ini juga sebetulnya diawali dari teman-teman SMP-SMA ku yang baru merintis usaha sebuah rumah bermain untuk anak-anak usia 2-5 tahun (Rumah Bermain @Jejakecil). Mereka tertarik liat mainan yang aku buat dari kardus dan mengajakku untuk isi workshop bikin mainan dari kardus bekas. Awalnya aku ngga PD, tapi karena mereka sangat gigih akhirnya aku coba aja bikin, eh ngga taunya peminatnya cukup banyak, berlanjutlah sejak itu setiap bulan aku rutin mengisi workshop kardus di Jejakecil :) Tak disangka juga ternyata peminatnya banyak juga di mana-mana :)

...


Seneng deh denger cerita-cerita macam gini ini :) Bagaimana jalan hidup seseorang menemukan 'passion' nya, sekalipun dari hal yang iseng, nggak sengaja, nekat atau pun dari hal yang sepele, tapi coba dilihat deh pasti ada benang merahnya dari hal yang pernah kita lakuin sebelumnya :)

Lalu mencoba menekuni 'hal' (passion) baru yang dirasa menyenangkan kalau dilakukan, dan berlanjut dengan terbukanya pintu-pintu baru, membuka kesempatan baru yang lebih lebar, yang belum pernah kita bayangin bisa kita lakukan sebelumnya :)

Alhamdulillah ya Mbak Nur, diberi kelebihan bisa berkarya dan nggak lupa buat membaginya juga :) Semangat terus berkarya ya Mbak Nuuuur :) Cerita-cerita lengkap tentang Ibu Kardus kalian bisa follow di IG: @maliyanti atau cari di #ibukardus :) Atau bisa baca cerita panjangnya di blog nya DISINI :) Terima Kasih sudah mau berbagi ceritaaa :) Semoga bisa menginspirasi temen-teman lainnya :) Salam Kardus !!!



Craft On...!!!

Dita 

3 comments:

nurmaliyanti said...

Mbak Ditaaa, salah satu crafter favoritkuuu. Aku merasa tersanjung dan senang sekali udah dimasukin ke Crafty likey-nya mbak Dita �� terima kasih banyak yaa mbaak hihihi, aaamiiin untuk doanya, semoga mbak Dita bersama cemprutnya juga semakin sukses dan menginspirasi lebih banyak orang ya mbaaak :) aamiiin *cupwaw!

Aphrodita Wibowo said...

Sama-sama ya Mbak Nuuuur :) Terus semangat berkarya :)

Steffi said...

Kreatif nihh, bagus juga untuk dicoba dirumah ^^

Nice share.. And keep inspired!